Berita Terbaru:
Home » , » #Republik Twitter, Burung Mungil Penuh Intrik?

#Republik Twitter, Burung Mungil Penuh Intrik?

Written By angkringanwarta.com on Tuesday, May 20, 2014 | 14:28



 Oleh Ahmad Sutan*
 
Sambil mengamati gerak-gerik dua kandidat capres dan cawapres, kira-kira apa lagi yang bakal ramai diperdebatan di dunia maya jelang Pilpres 2014.

Pada masa seperti ini, twitter yang digambarkan burung berwarna biru seakan lebih jitu untuk melakukan berbagai intrik.

Iya, jika bukan lewat twitter bagaimana mungkin selembar kertas berisikan tentang kematian Capres yang diusung PDIP, Jokowi begitu ramai berkicau hingga beberapa media sebesar Kompas.com bersedia memberikan ruang untuk memberitakan. Bermodal kicauan para pengguna twitter yang menumpahkan marah, kesal, sedih, bahagia, tertawa. Kicauan burung biru, yang ternyata tak seperti kelihatan yang tampil lucu, ia lebih liar sangat liar.

 Kejadian heboh di dunia maya ini apakah terhilhami salah satu film Drama Indonesia. Sebuah film yang mungkin bagi penggemar twitter sendiri mungkin tak akan lupa atau pernah menonton film #Republik Twitter, yang dirilis pada 16 Februari 2012 cukup menarik untuk disimak. Sang sutradara, Kuntz Agus cukup jeli memerankan Laura Basuki sebagai wartawan politik di media Linimassa.

Pencitraan dan intrik dalam dunia twitter akhirnya terbongkar juga. Adalah Abimana Aryasatya (Sukmo),  mahasiswa yang memberikan bocoran soal akun anonym yang bertugas memberikan asupan agar burung kecil imut itu terus berkicau tentang  Arif Cahyadi.

Hasilnya, sutradra sukses menggambarkan bagaimana para akun anomin memberikan kicauan yang tak lagi jelas pembatas antara fakta atau hanya kebohongan semata, atau memberikan ide cemerlang para politik untuk membayar orang yang bersedia 24 jam duduk di depan monitor.

Pada kesempatan lain sutrada mengeluarkan pendapat soal twitter. Menurutnya, jejaring sosial, dan bagaimana manusia mengubah pola komunikasinya melalui mediasi-mediasi teknologi menjadi perhatian yang menarik. Twitter adalah salah satu mediasi itu, di mana orang-orang bertemu, tumbuh, membesar, hancur dan hilang. pencinta menemukan jodohnya, pecundang menghujat pecundang yang lain, selebriti lahir dalam sehari dan beragam replika sosial yang ada dalam dunia twitter adalah bekal dalam menyusun film ini.

*Pecinta Kopi Ireng

Share this post :

Masukkan email untuk berlangganan:

Delivered by Angkringanwarta

 
Ayo kirim tulisanmu ke : angkringan123@gmail.com
Copyright © 2012. AngkringanWarta - All Rights Reserved
Powered by Angkringanwarta